Senin, 04 Maret 2013

Eksperiman Guru


Nurdini Yuli Ristanti, Suka Bereksperimen Masakan

SABTU, 02 MARCH 2013 00:00

Nurdini Yuli Ristanti, Suka Berekperimen Masakan
BATAM (HK)-Mengenal dunia masak-memasak bagi guru Tata Boga SMKN 2 Batam, Nurdini Yuli Ristanti awalnya hanya unik saja bisa menyatukan berbagai bumbu menjadi suatu rasa yang lezat dinikmati. Malah ia sendiri beranggapan memasak itu tak perlu pendidikan formal, karena mudah dan alami dalam mempelajarinya.
Namun pikiran itu langsung sirna setelah ia sendiri merasa masih banyak kekurangan dalam memasak saat ikut pada ajang memasak diikuti berbagai chef disebuah hotel berbintang. Padahal ia suka memasak sejak SMA, tatkala sang bunda sering dapat orderan katering makanan dari berbagai perusahaan.

Maka dari itu selepas SMA ia nekat masuk kuliah SI jurusan Tata Boga. Dari situlah ia dapat mempelajari bagaimana menjadi seorang chef yang sesungguhnya memahami akan selera masakan. "Aku suka berekperimen membuat inovasi masakan dengan berbagai bumbu. Malah ada beberapa resep hasil ciptaan ku yang cukup lezat," ujar wanita berwajah manis yang kini mengajar guru produktif ini.

Selepas tamat kuliah dengan ilmu Tata Boga yang dimilikinya, wanita dengan panggilan Dini ini, pernah menjadi chef disebuah restaurant dan semakin tetantang untuk berinovasi membuat masakan.
"Dari awal emang pingin jadi guru tata boga. Pernah ngajar juga di SMK 8 Suraya dan bekerja di restaurant hotel di Surabaya saat masih kuliah dulu. Tapi sekarang alhamdulilah ikut suami ke Batam ada kesempatan jadi guru tata boga di SMKN 2 Batam ini," kata wanita kelahiran 20 September 1977 ini yang masih berstatus GTT ini.

Dini juga punya mimpi yang belum kesampaian, ingin mendirikan sebuah restaurant dengan masakan oriental dan western. Karena dinilainya di Batam banyak penikmat masakan tersebut, apalagi merupakan kawasan pariwisata yang kerap dikunjungi turis mancanegara. Namun untuk mencari modal membuka  restaurant itu kini ia merintis usaha jualan tanaman hias.

Read More

Prestasi Siswa SMKN 2 Batam


Taufik Hidayat, Juara 1 LKS Tingkat Kota Batam

JUMAT, 01 MARCH 2013 00:00

-Cowok bertubuh kurus ini merupakan siswa kebanggaan SMKN 2 Batam, ia baru saja meraih juara I untuk Lomba Kompetensi Siswa (LKS) dibidang Pariwisata tingkat Kota Batam. Sekarang ia sedang sibuk mempersiapkan diri ikut ajang LKS tingkat provinsi, dan bertekad bisa meraih juara pada LKS ditingkat nasional.
BATAM (HK)-Cowok bertubuh kurus ini merupakan siswa kebanggaan SMKN 2 Batam, ia baru saja meraih juara I untuk Lomba Kompetensi Siswa (LKS) dibidang Pariwisata tingkat Kota Batam. Sekarang ia sedang sibuk mempersiapkan diri ikut ajang LKS tingkat provinsi, dan bertekad bisa meraih juara pada LKS ditingkat nasional.  
Taufik Hidayat nama lengkap pria kelahiran Cirebon 01 Agustus 1995, sekarang baru duduk dibangku kelas III SMKN 2 Batam. Selain pernah meraih juara umum pada jurusan pariwisata, ia juga pernah meraih juara I pada lomba Cerdas Cermat Islam tingkat Kota Batam. 

Masuk jurusan pariwisata memang sudah sejak awal ia suka dengan traveling. "Ya karena suka traveling, maka aku memutuskan masuk jurusan pariwisata. Bahkan nanti kuliah juga ngambil jurusan pariwisata juga," ujar cowok yang bercita-cita jadi guru pariwisata ini.

Menjadi siswa berprestasi telah diraihnya ketika duduk di SMP. Dan baginya tidak ada trik khusus yang dijalani saat belajar, hanya saja katanya sering memperhatikan guru mengajar dan banyak bertanya. Malah dari sekian banyak guru yang paling ia kagumi dalam mengajar, yaitu bu Sisrayanti, bu Heni Manik, dan pak Hamzah. Ketiga guru ini dirasakan Taufik cukup berhasil dalam menyampaikan materi karena enak dicerna dan menyenangkan.

"Karena gurunya asik ketika ngajar, pelajaran mereka lebih bagus dari yang lainnya. Malah setiap ulangan sering dapat nilai 10," aku cowok penghobi mancing dan baca buku ini. 

Taufik merupakan anak ke dua dari tiga bersaudara pasangan bapak Uka Sukari dan ibu Nacty. Setelah tamat SMK nanti ia akan melanjutkan ke UPI  Bandung mengambil ilmu kependidikan bidang pariwisata. Maklum  cowok yang berkeinginan keliling 30 negara ini cukup kuat ingin jadi guru pariwisata dan  entrepreneur.


Sumber : http://haluankepri.com/pendidikan/42955-taufik-hidayat-juara-i-lks-tingkat-kota-batam-.html
Read More

Profil SMK Negeri 2 Batam



Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Batam
 
SMKN 2 Batam salah satu SMK Negeri di Batam dari 6 SMK yang beralamat Jl.Pemuda No 5 , Mega Legenda, Batam center. Di bangun pada Tahun 2006 silam yang memiliki Visi, Misi, dan Tujuan sebagai berikut :

VISI         :
- Menjadi Pusat Pendidikan Bisnis dan Parawisata Berstandar Nasional/Internasional di  Kepulauan Riau Dengan Berwawasan Global.

MISI   :
 1. Mengupayakan pendidikan yang berkualitas secara terarah dan berkesinambungan.
 2. Menjadikan peserta didik yang mampu, mandiri, cerdas, trampil dan berakhlak mulia.
 3. Menjadi lembaga pendidikan yang mampu menyangkut potensi lokal menjadi keunggulan      terbuka serta mampu bersaing di era global.          
 4. Meningkatkan kualitas menajemen, guru dan karyawan sekolah.

Tujuan :
1.Mempersiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, bekerja mandiri, atau bekerja pada DUDI yang sesuai dengan bidangnya.
2.Membekali peserta didikagar mampu memilih karir ulet dan gigih dalam berkompetensi beradaptasi dan mengembangkan sikap professional dengan  berlandas ahklak mulia.
3.Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni agar mampu mengembangkan diri secara mandiri maupun atau melalui jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

SMKN 2 Batam juga menerapkan Budaya Mutu :
B : Bersih
E : Enak
R : Rapi
M :Maju
U : Ulet
T : Terampil
U : Unggul

Mengambil Program keahlian :
 1. Akuntansi   (Akselerasi dan Reguler)                                               
 2. Pariwisata                                             
 3. Perhotelan  (Industri dan Reguler)
 4. Tata Boga

Sarana Tempat :

1*Mini Bank : Setelah melewati gerbang utama, kita dapat melihat Mini Bank dan juga sebagai kantor para guru-guru, Mini Bank tersebut di beri nama INS Bank, Mini bank tersebut sangat membantu pertumbuhan Smk N 2 Batam seperti simpanan Kas SmkN 2 baik sekolah maupun para guru menyimpan disitu ,tidak hanya itu murid juga di latih atau sebagai praktek untuk menjadi akunting ,sehari salah satu murid akuntansi menjaga INS Bank tersebut dan itu di lakukan setiap hari , tugas mereka mencatat transaksi-transaksi, mulai dari penyetoran dan penerimaan tabungan dan lain lain , ini membantu pengetahuan siswa yang sebelumnya mereka hanya mempelajari teori sekarang belajar praktek mereka memahaminya.

2*Hotel :
Dinas pendidikan memberi dana untuk membangun hotel di Smkn 2 batam, dan sekarang menjadi ciri khas Smkn 2 batam yang cukup terkenal karena disana sering menjadi tempat pertemuan rapat dari dinas maupun tempat berbagai acara yang diselenggarakan pihak luar. hotel ini terletak di gerbang ke 2. didalam nya terdapat peralatan yang cukup lengkap yang disediakan ,layaknya hotel seperti biasanya , ruang tunggu, kamar , ruang rapat, dapur ,dll ini membantu para anak perhotelan menambah wawasan ilmu praktek mereka.

3*Masjid : Terletak di belakang hotel, mesjid yang sekarang sedang renovasi, selain tempat sholat bagi umat muslim, mesjid yang diberi nama Mesjid At-taqwa juga menjadi pusat kegiatan organisasi Islam seperti Rohis.











Read More

Minggu, 03 Maret 2013

Falun Dafa


Batam: Falun Dafa Diperkenalkan di SMK Negeri 2

Oleh: Praktisi Batam, Indonesia

(Kebijakanjernih.net) “Saya merasakan lebih tenang dan rileks, seperti ada sumber energi yang masuk ke tubuh,” komentar Ibu Teni staf pengajar SMKN 2 Batam setelah mengikuti latihan gerakan Falun Dafa yang digelar di sekolahnya.

Falun Dafa Dafa diperkenalkan di salah satu sekolah ternama di Batam ini sejak Januari 2012. Latihan Gong bersama dilakukan pada 14 Januari dan 25 Februari 2012. 450-an murid dan puluhan guru pengajar berpartisipasi dalam latihan Gong yang digelar di halaman sekolah yang luas dan asri itu. Para murid sangat disiplin, dikala bel berbunyi semua berlari kecil menuju lapangan dan dalam tempo sangat singkat membentuk barisan yang sangat rapi dan teratur.

Para murid dan guru dari sekolah yang berdiri sejak 2006 ini sangat antusias mengikuti latihan Falun Gong. Sekitar 75 persen peserta adalah perempuan. Seperti pada gurunya, beberapa siswa merasakan efek latihan Gong yang diikutinya.








Para murid SMK Negeri 2 Batam sedang melakukan latihan Falun Gong

“Sebelum senam tubuh biasa-biasa saja, setelah mengikuti latihan  ini saya merasakan jantung lebih berdetak dan lebih rileks,” tutur seorang siswi.

Sementara itu, Bu Ana, guru pengajar bagian konseling mengaku merasakan efek latihan Falun Gong membuat pernapasannya lebih nyaman.

“Tubuh terasa lebih enak, gerakannya enak, tidak terlalu melelahkan, pernapasan jadi lebih enak,” komentarnya.

Efek positif yang dirasakan setelah mengikuti latihan dan mengetahui manfaat Falun Dafa ini mendorong pengurus sekolah yang memiliki sekitar 650 siswa ini untuk menjadikannya sebagai agenda bulanan. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Humas sekolah yang mengkhususkan pada bidang Bisnis Manajemen dan Pariwisata ini.

Untuk diketahui sekolah ini memiliki prestasi di tingkat provinsi maupun nasional. Di antaranya adalah Juara 1 LKS Perhotelan tingkat Provinsi, juara 1 LKS UPW tingkat Provinsi, Juara 2 Olimpiade Fisika Tingkat Nasional, Juara 1 Volly Putri tingkat Kota Batam, juara 2 Volly Putra tingkat kota Batam, Juara 1 Fashion Show Politeknik Batam, bahkan pernah menjadi salah satu sekolah paling berprestasi tingkat ASEAN
.

Sumber : http://in.minghui.org/index.php?option=com_content&view=article&id=4863:batam-falun-dafa-diperkenalkan-di-smk-negeri-2&catid=34:di-indonesia&Itemid=53


Read More

Selasa, 26 Februari 2013

Guru SMK Negeri 2 Batam

 
Drs. NOFRIZAL., M.SI

ZULPIYANDI, S.Kom., M.Kom


IRWANDI, S.KOM., MM

WIKE ORIZA, SS., M.Pd

SUJANNA Br.TARIGAN, S.Pd

SYAFNIR, S.Pd

NURASIAH HARAHAP, S.Pd

ELFIA MUNARNI, S.Pd., M.Pd

SISRAYANTI, S.Pd

TASIMAN

ISNANELI, S.Pd

H.ABDUL MUKTI, S.Ag

HAMZAH, S.Pd

ROSI YULIANTI, SE

HERLINA DWI KURNIA, SE

HENI MARRIZKA, S.Pd

VITA MARTHINA, S.Si

ULFIA TRISNA, S.Pd

DHENNY ASMARAZISA, SH., MM

TENY CAMPINA, S.Si

DELVI FITRIA, S.Pd

SYAMSIAH, S.Pd

SONDANG PANGARIBUAN, S.Pd

HERLINA SUMIANTI

FAKHRUL ROZI, A.Md

SRI ERLINA, S.ST

RIALNI, SE

SINTAULI SAMOSIR, S.ST.Par

PENNY ANGGRAINY, S.Pd

NURDINI YULI RISTANTI, S.Pd

ODORLINA DAMANIK, S.Pd

OZNA RIZANI, S.Pd

MASRUKIN , SE

MARHAMAH, S.Pd

HADIJAH, SE

RAGIL SETYORINI, S.Pd

RAZALI, S.ST.Par

KAMALUDIN, S.Pd

DEWI MARTINI, S.Pd

ENNY PUJI HASTUTI, S.Pd

SRI HARTATI, S.Pd

MEISYE TARUMAMPEN, S.Pd

DEWI MOETHIAWATY, SS

Read More

Pendidikan itu gimana?


                                               MENYALAKAN ‘LILIN’ DALAM DIRI ‘PENDIDIKAN’

Oleh Irwandi)**


Pemerintah dan masyarakat sangat berharap ‘pendidikan’ (baca:guru) itu bersamudrakan ilmu pengetahuan. Bisa menjadi pusat cahaya yang menerangi kehidupan manusia, mengikis kebodohan di sekitar kehidupannya. Berperan aktif sebagai penghapus kejahiliyaan, itu menjadi misi sejak manusia dikukuhkan sebagai khalifah di dunia fana ini.

Ia (guru) juga yang mencerdaskan akal/afektif, kegesitan fisik/motorik, dan karakter/akhlak generasi demi generasi. Dan yang tak kalah penting adalah pembawa risalah ilmu pengetahuan selain dari para alim-ulama, pewaris nabi yaitu mewarisi teladan yang dibawa atau dicontohkan oleh nabi sebagai utusan Allah yang terakhir, Muhammad SAW.

Kita semua setuju bahwa kesungguhan dan keihklasan ‘pendidikan’ dalam mendidik selama ini telah menempatkan dunia pada posisi kemajuan yang kita rasakan saat ini. Dalam aroma globalisasi ditopang perkembangan IT yang terus menempatkan dunia pada peradaban yang sangat maju (modren.) Semua itu tidak terlepas dari campur tangan atau peranan-mara guru yang dominan di dunia pendidikan.

Secara spesifik, peranan esensi ‘pendidikan’ adalah roh dalam proses pendidikan, baik itu pendidikan oleh keluarga, oleh masyarakat, formal maupun nonformal. Dimulai dari orang tua sebagai guru, guru di sekolah, guru mengaji, guru silat atau sosok pengabdian lain yang membuat kita bisa dan memperoleh pengetahuan dari mereka, wajib kita sebut guru kita. Walau mereka hanya sempat memberikan sepotong ayat atau secuil ilmu, nasehat-nasehat yang baik, sepantasnya mereka kita sebut guru dan kita muliakan atensi mereka.

Jepang adalah salah satu negara yang paling menghormati guru. Di kala bom atom meluluhlantakan dua kota besar di Jepang. Kaisar Jepang pertama kali menanyakan kondisi guru, apakah masih ada atau banyak yang masih hidup?

Begitu juga di negara kita. Daerah-daerah yang bisa menghormati dan memuliakan eksitensi keguruan, maka daerah itu akan kelihatan maju dari daerah lain. Sumatra Barat dapat kita jadikan contoh. Warga masyarakat disini sangat menghargai guru. Maka tidak heran, bila bertegur sapa di mana saja masyarakat selalu menyapa ‘pendidikan’ dengan ‘guru’ walaupun yang menyapa itu lebih tua dari sang ‘pendidikan.’

Kalau kita di daerah melayu ini pun juga terbiasa dari dahulu memuliakan ‘pendidikan.’ Tidak asing lagi ditelinga kita mendengar istilah ‘cekgu’. Orang yang dianggap berpendidikan, serba tahu, dan biasanya dalam pengetahuan agamanya. Namun, saat ini panggilan itu seperti hilang timbul dan hanya menjadi sebutan di atas kertas, tapi di lapangan jarang masyarakat apalagi di Kota Batam yang masyarakatnya makin heterogen menyebut atau menyapa guru dengan sebutan 'cekgu.'

Seyogyanya, karena penghargaan dan harapan besar masyarakat terhadap peranan ‘pendidikan’ kita pun dituntut mereka menjadi Profesional. Bisa membawa diri, berlaku wibawa sebagai pemegang dan penerus risalah serta harus menyadari akan kemuliaan posisi strategisnya sebagai pembangun bangsa.

Lebih dari itu, mampu bergaul baik dengan masyarakat, terus menunjukan semangat belajar, meng-up grade dirinya, bersifat kekinian dan terbarukan. Apalagi kalau mencintai dunia tulis- menulis, mencurahkan ilmu dan pengalamannya. Sehingga bisa menjadi figure tiga dimensi yakni mendidik siswa yang berkarakter tinggi, mendidik masyarakat dengan panutan dan teladan, dan menjadi lokomotif kemajuan bangsa dengan pengetahuan yang dimilikinya.

Karena itu, saya merasa bangga menjadi bagian dari salah seorang yang disebut guru. Menjadi sosok guru di depan kelas merupakan suatu kebanggaan dan panggilan jiwa yang sangat menantang. Selalu memberi inspirasi tiada henti. Menjadikan tantangan karena berhadapan secara live dengan berbagai macam karakter manusia, sifat/fiil/watak, dan tingkah laku/habit siswa.

Dalam satu hari, saya misalnya, mulai pukul 07.30 WIB sampai pukul 15.00 WIB telah berinteraksi dengan siswa memberikan materi dalam 3 kelas yang berbeda , masing-masing kelas terdiri dari 40 siswa maka ada 120 mimik wajah/watak dengan ratusan karakter yang mereka memiliki. Guru berperanan penting menjuruskan, meluruskan setiap habit mereka agar tumbuh ‘mengakar’ karakter indah buat masa depan mereka. Sebutlah karakter itu berupa; Kejujuran, percaya diri, suka menolong, empati, bekerja keras, tidak mendominasi teman, dan karakter lainnya.

Kalau dalam kehidupan beragama, karakter itulah yang disebut akhlak. Menanamkan akhlak mulia ini yang lebih sulit daripada hanya sekedar mengajar atau menstransfer ilmu.

Selanjutnya dalam paparan hubungan antar manusia secara horizontal, ‘pendidikan’ merupakan cermin atau ‘lilin’ penerang banyak orang. Kalau siswa dikatakan berlaku salah, kadang oleh masyarakat disindirkan; ’Siapa gurunya?’ Tapi kalau ‘pendidikan’ yang berbuat salah, pasti pribadi ‘pendidikan’ itu yang dihujat seutuhnya.

Begitulah masyarakat memandang sosok ‘pendidikan.’ Kita dituntut serba sempurna, bila perlu menjadi manusia super, mungkinkah itu? Tentu saja kita tidak bisa seperti superman.

Namun, kita hanya bisa menekankan dan menegaskan bahwa pendidikan itu sepanjang hayat. Itulah yang bisa kita contohkan. Kita mengajar tapi juga harus terus belajar, dan sekarang oleh grup PPKB di FB mesti suka menul
is pula.

Sumber : http://www.smkn2batam.blogspot.com/
Read More